Mengenal Lebih Dekat Burung Ciblek / Prenjak Gunung

Ciblek atau Prenjak gunung nampaknya dalam waktu terkhir ini selalu menjadi bahan pembicaraan hangat para penghobi, terutama para cigun mania. Mungkin hal tersebut cukup beralasan, mengingat burung yang bernama latin (ilmiah) Prinia atrogularis ini cukup mempunyai banyak sisi yang menjual. Selain suara kerap mewarnai perbagai event perlombaan, kicauan khasnya yang dinamai dengan istilah Ngebren dan nembak tersebut memang dinilai cocok untuk memaster jenis burung penyanyi lain. Tentunya hal tersebut juga merupakan suatu alasan yang jelas, mengapa para pemelihara burung dari keluarga Cisticolidae ini sendiri dari dulu tidak pernah sepi.

gambar burung ciblek gunung

Burung Ciblek Gunung (Panji Wiguna – youtube)

Ciblek gunung sendiri merupakan burung berkelompok yang kebanyakan mendiami daerah pada ketinggian 600 – 2500 m (dpl) di negara-negara kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Myanmar. Burung ini juga diketahui hidup di Cina selatan, Nepal hingga Himalaya. Tidak hanya itu, di berbagai negara tersebut ciblek gunung sendiri juga diketahui terdapat dalam 7 ras atau sub-spesies. Diantaranya meliputi Prinia atrogularis atrogularis, khasiana, superciliaris, erythropleura, klossi, waterstradti dan dysancrita. Jenis ras cigun yang saat ini paling populer di Tanah Air sendiri ialah Prinia atrogularis dysancrita yang konon di pertama kali ditemukan di wilayah Sumatera Barat.

Burung ciblek gunung asal sumatera sendiri sebenarnya sudah cukup lama menjadi burung peliharaan terfavorit para cigun mania, namun kopopuleran prenjak gunung sumatera tersebut tidak sebagus ciblek gunung jawa. Ciblek gunung jawa yang dinilai para penghobi mempunyai kualitas suara tembak dan mental lebih kuat. Prenjak gunung yang dikalim lebih baik itu sendiri berasal dari Tasik, Jawa Barat. Hanya saja hal tersebut tidak bisa dijadikan acuan yang tepat, sebab semua kelebihan suara nembak maupun ngebren burung ciblek pada dasarnya tergantung perawatan sehari-hari setiap pemilik.

Ciri Burung Ciblek Gunung

Prenjak gunung umumnya memiliki ciri-ciri ukuran tubuh 16 cm, memiliki ekor lebih panjang daripada panjang tubuhnya dan pada bagian pipi berwarna abu-abu. Pada bagian dada terlihat seperti ada garis-garis, sedangkan pada bagian sisi tubuhnya berwarna kuning tua. Ciblek gunung jantan mempunyai ukuran kaki lebih besar yang bewarna cokelat. Selain itu, pada bagian dubur si jantan lebih menonjol dengan bulu yang cukup lebat. Adapun warna bulu cokelat dan kuning pada pejantan lebih kelihatan cerah. Untuk ciri si betina sendiri kebalikan-nya. Warna bulunya agak kelihatan kusam dan tidak begitu jelas.

Perawatan Harian

Bersihkan sangkar serta mandikan burung setiap hari, pagi dan sore hari. Jika semisal dimandikan pada waktu pagi penjemuran bisa dilakukan minimnya 1-3 jam, misalnya pada pukul 07.00-10.00. Disamping menunggu badan-nya kering, setiap pemelihara bisa mengganti pakan dengan yang baru dengan takaran yang benar. Pakan jangkrik sedikitnya 5 ekor dalam sehari, pagi 2 ekor dan 3 ekor pada sore hari. Seiring voer sudah diganti dengan yang baru, pemelihara juga harus memberi pakan vitamin lain seperti kroto, sedikitnya sebanyak 2 sedok teh saja setiap paginya.

Source:

ciblek gunung, prenjak gunung, burung prenjak gunung jantan, cara merawat prinjak alasan, ciblek gu, burung prenjak gunung, jenis kacer terbaik dan asal wilayah nya, master ciblek, perawatan prenjak gunung, asal negara dan daerah burung ciblek atau prenjak