Mengenal Lebih Jauh Burung Anis Merah / Punglor Merah

Burung yang bernama latin (ilmiah) Zoothera Citrina ini terbilang istimewa serta mempunyai ciri khas yang mudah dikenali dan diingat. Bukan karena kicauan-nya saja, burung anis merah atau biasa disebut punglor merah ini juga sangat familiar lantaran tingkah laku unik. Pada saat berkicau, burung dari keluarga Turdidae ini mempunyai kebiasaan unik sambil menundukkan kepala yang terlihat seperti orang mabuk. Biasanya setiap penghobi di Tanah Air menamainya dengan istilah kicauan teler. Terlebih lagi gaya khas-nya tersebut tidak dimiliki oleh jenis burung penyanyi lain. Tentunya hal itu merupakan salah satu alasan, mengapa jenis punglor ini dari dulu hingga sekarang begitu populer di mata para kicau mania.

Anis Merah / Punglor Merah

Anis Merah (28spot – kaskus)

Wilayah penyebaran burung yang juga kerap dipanggil anis dan punglor bata ini tidak hanya ada di Indonesia saja, melainkan juga banyak ditemukan di berbagai negara-negara kawasan Asia lain-nya. Diantaranya seperti China, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Pakistan, Tlailand dan Vietnam. Di Tanah Air sendiri, ia paling banyak ditemui di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali. Menurut pendapat beberapa ahli, di pulau Sumatera diperkirakan terdapat dua sub-spesies yaitu ras Zoothera Citrina Innotata dan ras Zoothera Citrina Gibsonhilli. Di kalimantan merupakan juga ada sub-spesies lain, yakni Zoothera Citrina Aurata yang sudah menetap Gunung kinabalu dan Trusmadi. Sementara itu di pulau Jawa dan bali dapat ditemukan di ketinggian 1500 meter (dpl). Di wilayah Jawa Barat diketahui terdapat ras Zoothera Citrina Rubecula dan di Jawa bagian Timur sampai Bali juga diketahui ada ras lain, yakni Zoothera Citrina Orientis.

Di habitat asli, burung anis merah sering ditemui di hutan-hutan tropis dengan berbagai pohon berdaun lebar. Selain itu, punglor merah juga sering telihat di berbagai hutan sekunder hingga perkebunan bambu. Saat memasuki masa reproduksi, biasanya ia akan membuat sarang berbentuk menyerupai mangkuk di pohon pada ketinggian 4-5 meter untuk melahirkan 2 hingga 4 telur. Telur sendiri akan dierami kurang lebih sampai waktu 14 hari dan setelah menetas ia akan merawat bayi-bayinya selama 12 hari sampai dapat keluar dan terbang sendiri. Saat mencari makan, ia kerap terlihat di tempat-tempat cenderung gelap dengan membongkar dedaunan kering yang ada di Tanah.

Ciri Anis Merah

Burung punglor merah mempunyai panjang tubuh sekitar 20-14 cm dengan rata-rata berat badan 40-60 gram. Untuk anis merah jantan memiliki ciri-ciri warna bulu yang lebih kelihatan cerah dan mengkilap. Selain itu, pada saat diadu dengan burung lain ia akan kelihatan lebih berani mengangkat kepala. Ketika masih trotol, jantan tidak mempunyai bulu warna kuning pada bagian sayapnya. Semenatara itu untuk si betina mempunyai warna bulu yang tidak terlalu mengkilap dan tulang kloakanya lebih lebar. Postur tubuhnya sendiri cenderung lebih bulat daripada si jantan. Betina akan semakin mudah dikenali pada saat ia sedang birahi dengan cara menggetarkan kedua sayapnya sambil bersiul ketika mendengar si jantan sedang berkicau.

Perawatan Harian

Perawatan harian dan sekaligus setelah harian burung anis merah pada dasarnya juga relatif sama dengan jenis burung lain. Kebersihan kandang, pakan dan air minum harus setiap hari harus dilakukan. Sebelum memandikan, angin-anginkan terlebih dulu ia di halaman atau di teras rumah selama 30 menit dan sesudah itu setiap pemelihara barus bisa memandikan-nya. Pemandian sendiri tergantung kebiasaan pemilik, entah itu menggunakan metode keramba maupun semprot. Sembari menunggu tubuhnya kering berikan ganti pakan buah-buahan yang ada di dalam sangkar dengan yang baru. Untuk mengindari over birahi, sebaiknya hindari pemberian pakan vitamin secara berlebihan. Sebaiknya beri pakan kroto satu sendok teh 2x dalam seminggu ataupun cacing 2 ekor 2x dalam seminggu.

Source:

anis merah, punglor, burung anis merah, anis, punglor merah, Semua tentang burung anis merah, puglor merah, mengenal burung anis, burung punglor merah, burung punglor anis